Jalan Berdua

1540 Words
Celina dan Frian telah tiba didepan sebuah butik yang cukup terkenal dan Celina hanya mengikuti langkah Frian dari belakang. "Selamat datang tuan dan nyonya dibutik kami, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu karyawan butik disana. "Bantu dia memilih gaun pengantin" jawab Frian datar. "Baik, mari ikut dengan saya nyonya" karyawan itu menuntun Celina untuk ikut dengannya. Celina menoleh kearah Frian sesaat lalu berbalik dan mengikuti kearah perginya karyawan tadi. Frian berjalan kearah sofa yang tersedia disana lalu mendudukkan dirinya disana sambil menunggu Celina memilih gaun. Tak lama kemudian Celina keluar dengan mengunakan gaun yang dipilihkan oleh karyawan tadi. "Bagaimana?" Tanya Celina pada Frian. Frian yang sedang asik dengan ponselnya langsung menoleh dan menatap Celina lama dan terkagum. Tapi kekagumannya terhalang oleh raut datarnya, dan meneliti penampilan Celina lalu ia menggelengkan kepalanya. "Ganti" ucap Frian saat melihat belahan depan gaun Celina yang begitu turun. Celina dengan menurut kembali keruang ganti lalu kembali keluar setelah menggantinya lagi. "Sekarang bagaimana?" Tanya Celina lagi pada Frian. "Tidak, itu terlalu terbuka" jawab Frian melihat punggung putih Celina terpampang dengan jelas. Celina kembali berbalik dan kembali mencoba yang lainnya, padahal ia sudah capek berbolak-balik dan berganti gaun. Padahal baru tiga kali ini ia berganti gaun tapi sudah merasakan lelahnya mungkin karena gaun yang dipakainya terasa berat jadi cepat capek. "Coba yang ini nyonya" ucap karyawan yang membantunya dengan menyodorkan gaun lainnya padanya. "Jangan, ganti yang lain aja" cap Celian karena ia tak suka gaun yang tak ada lengannya. Ia juga meyakini kalau Frian juga tak menyukai gaun tersebut, karena terlalu rendah depan maupun belakangnya. "Saya mau yang itu saja" ucap Celina sambil menunjuk gaun yang lebih tertutup dan elegan dipandangnya. Dengan menurut karyawan itu megambilkan gaun yang Celina inginkan lalu kembali membantu Celina untuk memakai gaun tersebut. Dengan pelan Celina keluar dari tempat ganti dan berharap kali ini Frian menyetujui gaun yang dia kenakan karena ia telah menyukai gaun tersebut. "Kali ini bagaimana?" Tanya Celina. "Lumayan" jawab Frian. "Ya udah saya mau yang ini saja" ucpan Celina pada karyawan yang berada dibelakangnya. "Baik akan kami siapkan" balas Karyawan tersebut lalu pergi meninggalkan keduanya. "Udahkan, sekarang kita pulang" ajak Celina. Frian hanya diam dan kembali melajukan mobilnya bukan untuk pulang melainkan ketempat yang akan dituju selanjutnya. "Kita mau kemana lagi?" Tanya Celina pada Frian karena jalan pulang berbeda dengan jalan yang mereka lewati kali ini. "Sekalian beli cincin" jawab Frian dan Celina hanya menghela napas pasrah. Sampailah mereka berdua disebuah mall yang sangat besar tak jauh dari lokasi butik tadi. "Om bisakah kita makan dulu, saya belum makan siang tadi" pinta Celina. "Nanti" balas Frian dan arah mereka kesebuah toko perhiasan yang sangat terkenal. "Silahkan mau pilih yang mana tuan dan nyonya?" Tanya pelayan tokoh dengan ramah. "Cincin pernikahan" jawab Frian. Mereka juga telah diberi tahu jika pemilik mall akan datang ketokohnya untuk mencari sebuah perhiasan. "Baik tuan, silahkan kami akan menunjukkan perhiasan terbaik dari toko kami" balas pelayan tokoh dengan senyumnya. Lalu tak lama setelah pelayan tokoh itu pergi datanglah menejer tokoh, melihat Frian dan Celina masih berdiri ia pun segera mempersilahkan dua orang itu untuk duduk. "Silahkan tuan dan nyonya tunggu disana kami akan mengambilkan cincin terbaru dan terbaik dari tokoh kami" ucap sang menejer. Pelayan tokoh tadi kembali dengan membawa perhiasan yang diminta oleh Frian tadi dan menyerahkannya pada Sang menejer. "Ini tuan dan nyonya model perhiasan dan produk terbaru dari tokoh kami" ucap menejer sambil menujukkan model-medel cincin couple pada keduanya. "Ini model yang banyak dibeli oleh sepasang kekasih, dan ini model terbaru dari tokoh kami" lanjut menejer dengan menunjukkan setiap cincin. Celina tak tertarik dengan cincin yang diberi tahu oleh menejer itu ia hanya tertarik dengan cincin couple yang modelnya lebih sederhana dan elegan. Cincin pria yang polos hanya dengan garis bergelongbang yang tak terlalu terlihat jelas dan cincin wanita dengan berlian ditengahnya dengan dikelilingi garis bergelombang seperti model cincin pria yang membedakan keduanya hanyalah berlian ditengah. "Yang ini saja" pinta Celina dengan melihat kearah Frian. "Bagus nyonya anda pandai memilih ini adalah produk yang tinggal satu-satunya ditokoh kami dan sulit untuk mendapatkannya lagi" ucap menejer. "Kami ambil yang itu, bungkus dan antarkan kealamat saya" ucap Frian lalu beridiri dan menggandeng Celina. "Baik tuan" jawab menejer dengan sedikit membungkukkan bandannya memberi hormat pada Frian. Mendengar itu Frian menarik tangan Celina untuk segera pergi dari sana dan menuju restoran untuk makan. Tapi belum juga sampai atensi Celina terarahkan pada dua orang yang sedang memilih baju disalah satu toko ternama didunia. Mereka terlihat sangat akrab dan begitu mesra yang ditangkap oleh pandangan Celina. Perlahan Celina melepaskan genggaman tangan Frian dan berjalan mendekat kearah kedua orang itu. "Mau kemana kamu?" Tanya Frian tapi tak digubris oleh Celina yang pandangannya tak lepas dari dua orang tersebut. Frian pun mecari tahu kemana pandangan Celina tertuju, dan ia melihat kekasih Celina bersama dengan cewek lain disana. Ia hanya mengikuti Celina dari belakang dan ga banyak tanya apa lagi banyak bicara. "Sayang aku mau baju yang ini dong" pinta wanita bernama Gita dengan bergelayut manja pada Maix. "Ambil saja semua yang kamu suka, pasti aku bayar semuanya" balas Maix dengan mengusap kepala gadis disampingnya. "Oh ya sayang kapan kamu mau putusin Celina, katanya kamu secepatnya mau putusin dia" ucap Gita dengan cemberut. "Nanti dulu, kan katanya kamu mau beli mobil, kita harus tetap manfaatin dia buat memenuhi semua keinginan kita, jadi sabar dulu ya sebentar lagi kalau kita undah meras semua hartanya baru aku akan putusin dia dan kita berdua bisa nikah dan hidup bahagia" jelas Maix pada Gita. "Awas ya jangan sampai jatuh cinta sama dia" tuding Gita. "Ngga akan kan cinta aku cuma untuk kamu seorang sayang" Maix mengecup puncak kepala Gita. Mendengar semua itu membuat Celina sakit hati dan menjadi geram dengan cepat Celian menghampiri kedua sambil bertepuk tangan. Prokk, prokk, prokk Medengar suara tepuk tangan mereka berdua membalikkan badan dan terkejut melihat Celina berada dibelakang mereka berdua. Dengan cepat Maix melepaskan rangkulannya dari pundak Gita dan Gita langsung menjauh beberapa langkah dari Maix. "Bagus banget ya ekting kalian selama ini, bahkan sampe gue percaya dengan ekting kalian" ucap Celina santai. "Celin sayang ini ga seperti yang kamu kira" ucap Maix gelagapan. "Iya tau kok, bahkan lu juga ga seperti yang aku kira" balas Celina yang tak menggunakan kata kesayangannya lagi. "Cel lu salah paham, kita hanya tak sengaja ketemu tadi" ucap Gita berusaha untuk menenangkan dirinya. "Ga sengaja ketemu ya?.." Celina berkata dengan menganguk-anggukkan kepalanya. "Ga sengaja tapi kok akrab banget ya sampe pelukan kayak tadi" lanjut Celina. "Tadi ga sengaja Gita mau jatuh dan aku menahannya sayang" ucap Maix berusaha menggapai tangan Celina tapi langsung ditepis dengan cepat oelh Celina. "Ga sengaja jatuh kok panggilnya sayang, sayangan" saut Celina. "Udah deh mending jujur aja kalau kalian berdua itu udah selingkuh dibelakang gue" lanjutnya sambil menyentak mereka berdua. Celina mengenal Gita walaupun mereka berdua beda kampus, Gita adalah teman masa sma Celina mereka tak pernah akrab sekali pun yang ada dulu mereka sering berantem karena suatu hal yang membuat Gita salah paham padanya. "Kalau iya kenapa?" Tanya Gita akhirnya jujur. "Git kamu apa-apaan sih" timpal Maix menahan lengan Gita. "Udah lepasin gue udah muak liat kelakuan dia yang sok-sokan" Gita menyentak tangan Maix dan menunjuk kearah Celina. "Hei Celina lu harus tau dan dengar semau ini, gue itu bukan pelakor tapi lu yang pelakor diantara hubungan gue sama Maix" tunjuk Gita penuh emosi dan Celina menanggapinya dengan tenang padahal hatinya tengah hancur. "Gue sama Maix menjalin hubungan sebelum kalian berdua ketemu apa lagi saling kenal, jadi lu bisa tanyain sama diri lu sendiri siapa yang menjadi pelakor diantara kita" lanjut Gita penuh emosi. "Baik jika lu nyimpulinnya begitu, dan untuk lu Maix hubungan kita cukup sampai disini dan bersenanglah sama dia wanita yang gila akan harta" ucap Celina dengan menatap keduanya tajam. "Apa-apaan lu ngomong kayak gitu" marah Gita dan hampir menampar Celina. Tapi tangannya telah dicekal lebih dulu oleh Frian yang berdiri tak jauh dari mereka. "Siapa lu, ga usah ikut campur urusan kami" marah Gita pada Frian. "Jelas saya harus ikut campur yang ingin anda tampar adalah calon istri saya" saut Frian. "Apa-apaan ini Celina kamu ingin menikah dengannya, lalu bagaimana dengan hubungan kita" Maix dibuat frustasi dengan apa yang sedang terjadi. "Bukankah hubungan kita telah berakhir lama, apa lu lupa dengan ucapan gue waktu kita awal jadian" balas Celina. "Kamu adalah kekasihku saat ini akan aku belakukan apapun untukmu, tapi jika kamu berseligkuh saat itu juga hubungan kita berakhir" ucap Celina sambil menatap Maix teduh. "Gak akan, aku akan selalu mencintai dan menyayangi kamu sampai kapanpun" balas Maix lalu memeluk Celina. "Sudah ingat sekarang jadi memang hubungan kita nyatanya telah berakhir sangat lama" ucap Celina. "Oh ya gue mau balik, gue gak mau liat muka kalian terlalu lama bikin eneg tau, mana atm sama kunci mobil gue" pinta Celian dengan menyodorkan tangannya didepan Maix. "Udah kasih aja punya dia" suruh Gita sambil menyenggol lengan Maix. Dengan terpaksa Maix pun memberikan kunci mobil dan kartu atm milik Celina pada pemiliknya kembali. "Ayok pulang" ajak Celina pada Frian tak lupa ia menggandeng lengan Frian dengan mesra. "Tunggu sebentar, jangan lupa datang" ucap Frian dengan memberikan undangan pernikahan mereka berdua pada Maix dan Gita. Bahkan Celina pun kaget melihat undangan itu tak lama ia segera menarik lengan Frian untuk segera pergi dari sana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD