Edward mengajak Liana ke suatu tempat, kali ini arah perjalanan mereka berada pada jalur menuju ke rumah saudaranya. Ya, rumah James. Kebetulan keadaan rumah seseorang itu tidak jauh dari sini, serta apa yang menjadi tujuan apa-apa akan terlihat lebih cepat dari mereka berada di arah lainnya. Sedangkan Liana yang merasa bersalah, sekarang tak bisa henti lekat dalam sepanjang perjalanan menuju ke rumah James. Dia menggenggam tangan Edward erat, tanpa ada sepenggal cara yang bisa merenggang posisi keduanya. Dari balik arah sana, Edward yang merasa bahwa Liana berat untuk melepas genggaman itu seketika langsung respons. “Kamu tidak apa-apa, bukan? Aku seharian mencari kamu, berputar di Bandara untuk memastikan bahwa kamu ada di sana dan aku tidak terlanjur tertinggal langkah itu. Tapi ..., T

