47

2071 Words

Liana menaiki pesawat sendiri, karena kali ini penerbangan dia tak bersama Edward lagi. Laki-laki yang kerap dikata dengan sosok yang cukup dewasa dan berharga dalam hidup Liana, sekarang tak sama sekali meninggalkan bekas dan jejak apa-apa. Untuk mengetahui keberadaan Edward tengah berada di New Zealand saja, Liana tidak yakin betul. Sebenarnya apa yang ada di depan mata saat ini merupakan penglihatan tak wajar oleh sudut mata Liana. ‘Maafkan aku, Edward! Karena terlalu mementingkan diri sendiri, aku jadi tidak bisa menikmati kebersamaan lagi bersama kamu. Aku harap, kamu berada di New Zealand dan sesuai apa yang aku harapkan,' batin Liana yang mengarahkan pandangan kosong ke sembarang arah. Matanya, kini tertabrak awan dan berada tatapan dengan suasana langit. Lebih kurang dua puluh me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD