"Jangan lebay deh Ma! Kau masih bisa meneleponnya atau mengirim pesan kepadanya!" Hera memberitahu solusi kepada Irma. Irma menaikkan pandangannya, kemudian tersenyum saat mencerna ucapan temannya itu. "Iya, kau benar! Ayo kita berangkat. Nanti saat libur kita kencan dengan dia. Semoga dia diizinkan keluar oleh bosnya yang baru." Keduanya mulai mengunci loker dan berjalan meninggalkan ruangan untuk mulai bekerja. "Tapi Ra, apa kamu tahu sekarang Kinan bekerja di mana?" tanya Irma menoleh ke arah temannya. "Enggak tahu," jawab Hera singkat dengan tertawa. "Ya, sudahlah nanti saat kita libur kita telepon dia saja," ucap Irma. Keduanya terpisah untuk memulai pekerjaan di lantai yang sudah ditetapkan. Dalam memulai pekerjaannya itu, keduanya masih saja memikirkan Kinan yang mengundurkan

