Yoga yang sedang fokus pada jalan raya, akhirnya menoleh pada ponselnya yang bergetar di dasbor mobil. Asisten Alvaro itu mengernyit saat mengetahui siapa penelepon itu. 'Tumben telepon ada apa?' tanya Yoga dalam hati sambil meraih ponselnya. Yoga semakin dibuat heran saat suara panik dari seorang wanita diseberang telepon itu terdengar panik. "Ha-halo, Yoga bisakah kau datang sekarang! A-atau suruh bosmu itu datang ke apartemen!" titah Kinan dengan suara ketakutan. "Tenang, Nona! Jangan Panik! Ada apa tolong jelaskan!" titah yoga mencoba memberi pengertian kepada Kinan sambil fokus pada jalan raya. Sambungan telepon itu sengaja di spiker oleh Yoga, sehingga Alvaro juga mendengar dengan jelas kepanikan Kinan. "A-ada seseorang datang. Aku tidak berani buka pintu. Lalu, apa yang harus

