59. The Stairs

1310 Words

Lexa mengerjap beberapa kali. Melihat jam di atas nakas. Belum ada jam 4 pagi. Dia terbangun karena mendengar suara bising dari luar ruangan. Lexa berjalan keluar kamar. Mencari sumber kebisingan itu. Dan menemukan TV yang sedang memutar acara sepak bola dengan volume yang tak mampu ditanggung telinga manusia. "Berisik ya Lex ?" Tanya Nathan yang baru saja dari dapur. Dengan segelas kopi panas. Juga senyuman tanpa dosa itu. "Banget. Kayaknya bener kata Dylan, lo tiga tahun ini tinggal di hutan ya ?" Lexa mengomel. "Ya ampun Lexa, jangan jahat-jahat sama gue kenapa sih ? Abang gue udah jahat, lo juga ikutan jahat. Ratapan calon adek ipar ini mah." Nathan berlalu dari samping Lexa. Menuju sofa. Mendaratkan bokongnya di atas benda empuk itu. "Nath, kalo lo mau nonton tv dengan volume di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD