Playboy Vs Baby (12)

1073 Words
Suasana pagi di hari sabtu kali ini bisa di bilang cerah. Matahari memancarkan sinar nya untuk seluruh makhluk hidup seolah olah memberi tanda bahwa kehadirannya nyata. Mario is calling.. "Hallo" Kata pertama yang Ify keluarkan saat mengangkat telfon. "Keluar Fy" "Hah? Keluar apanya?" tanya Ify kebingungan dengan perkataan Rio. "Lo keluar sekarang, gausah mandi. Ganti baju aja, buruan 5menit" usai berkata demikian dengan seenaknya Rio memutuskan sambungan telfon nya, meninggalkan Ify yang kebingungan. "Sehat apa ya tu orang" ujar Ify ngedumel, namun ia tetap beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari baju. Ify memilih baju yang simple dengan warna putih yang membuat penampilan nya lebih cerah. Ify mengambil tas selempang berukuran kecil nya lalu keluar dari kamar. "Mah, Ify keluar dulu ya" ujar nya berpamitan kepada Dina sang Mamah. "Mau kemana Fy?" tanya Dina "Gatau, di suruh keluar sama Rio. Bye mah" Jawab Ify lalu mencium pipi ibu nya. "Hati-hati sayang" Ify berjalan keluar rumah dan benar saja mobil hitam audi milik Rio telah berparkir dengan manis di depan rumah nya. Ify berjalan mendekat dan setiba nya di hadapan mobil itu ia membuka pintu nya dan masuk lalu duduk di samping Rio. "Mau kemana sih Yo ? Ini masih jam 9 pagi" Tanya Ify seraya mencepol rambutnya "Udah ikut aja, nanti juga lo tau" jawab Rio kembali mengendalikan setir mobilnya dan melaju meninggalkan rumah Ify. ***** Rio fokus pada jalan yang ada di hadapannya, dan Ify melihat kiri kanan dengan bisu. Merasa bingung karena Rio membawa nya ke tempat yang sepi. Tidak tidak, bukan sepi tapi seperti puncak. Udara dingin mulai menguak setia permukaan kulitnya, Ify menggosokkan tangan di kedua sikunya dan melirik jalanan yang penuh dengan pohon tinggi  Matahari mulai lelah menampak kan wujudnya, cahaya nya mulai habis, dan senja pun datang untuk menggantikan tugas nya. "Yo, daritadi kok belum nyampe. Mau kemana sih?" tanya Ify penasaran. Ia melihat kiri kanan nya adalah kebun teh dan pohon tinggi sepanjang jalan.  "Puncak, tapi sebelum nya di depan ada air terjun. Kita kesana dulu ya" jawab Rio tetap fokus pada jalanan "Lo bercanda kan ? Njir gua pakaian gini lo ajakin ke puncak. Kenapa lo ga bilang dulu sih pas awal, dingin yo" protes Ify "Gua udah rencanain ini, itu artinya gua udah siapin semuanya Melfy" ujar Rio mengatakan pembelaan. "Lo tenang aja, ada gue. Lo gak akan kedinginan." Lanjutnya seraya mengambil tangan Ify dan menggenggamnya memberi kehangatan.  Benar saja, meskipun sepertinya bukan air terjun yang besar, namun Ify bisa mendengar suara deru air. "Nah kita sampe, ayo turun" Ajak Rio dan mematika mesin mobilnya.  "Terus ngapain kalau udah turun ?" tanya Ify dengan wajah polos "Mandi. Ya nikmatin aja lah Fy, kapan lagi kita bisa romantis berduaan kan" ujar Rio Ify menyipitkan matanya menatap ke arah Rio. "Oh jadi lo lagi modus ? Mau berduaan sama gue ?" "Siapa juga yang modus, ini tuh to the point nama nya. Udah buruan turun" akhirnya mereka pun turun dari mobil dan berjalan ke dalam. "Huwaaaaaa bagus juga ya ternyata air terjun" ujar Ify dengan histeris "Bagus kaan" Ify mengangguk antusias. "Kita ngomong harus gede yo, kalah suara nya sama air terjun hahaha" ujar Ify seperti anak kecil. Ify berjalan mendekati air terjun, dan mencelupkan kaki nya ke dalam air. Tak lupa ia melepaskan sepatu nya terlebih dulu. "Mariooooo, air nya dingin banget hahahaha" ujar Ify yang sibuk bermain air. "Hahaha, iyalah fy pasti. Lo seneng gak?" tanya Rio dan berjalan mendekat ke arah Ify "Seneng Yo, gue baru pertama kali ini ke air terjun. Ternyata gini ya suasana nya" ujar Ify kegirangan. "Syukurlaaah" Rio bernafas lega karena rencana nya berhasil, membuat Ify bahagia dan jatuh cinta lagi kepada nya. Ify berdiri tegak lagi dan memandang ke arah air terjun dengan tangan yang ia lipat di depan d**a. Ify menutup kedua matanya,menikmati suasana dan udara di sekitar. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan melingkari perutnya dan sebuah dagu yang berada di atas pundaknya. "Eh" kaget nya sontak melihat ke arah belakang. "Lo dingin kan, sama gue juga" ujar Rio yang mengeratkan pelukan nya. "Yo, apaan sih. Gue malu" ujar Ify yang kini menundukkan wajah nya. Rio tersenyum mendengar perkataan Ify. Rio kini beepindah tempat ke depan Ify, ia mengangkat wajah Ify yang menunduk dan menatap matanya dalam. Ify yang tak tahan pun kembali menundukkan kepala nya, sedangkan Rio tersenyum geli karena melihat semburat merah di wajah Ify. Rio kembali membuat jarak keduanya merapat, Rio menarik Ify mendekat ke arahnya dengan memeluk Ify namun kini dari arah depan. Rio mengecup kening Ify lalu berbisik. "Aku sayang kamu Fy" Ify pun merinding mendengar nya. Dan kemudian ia memeluk Rio, menyembunyikan wajah nya di d**a bidang Rio. ***** Senja berganti menjadi gelap, bintang dengan berlomba memcarkan keindahan nya di malam hari. Tak lupa bulan yang membantu memberikan cahaya agar keindahan bintang dapat di nikmati manusia. Termyata acara Villa tidak hanya nereka berdua, disana sudah banyak teman teman Rio. Dan juga tentu para pasangan nya. Dan juga, dengan penampilan seadanya yang Ify kenakan, ternyata Rio telah membawa perlengkapan Ify. Namun Ify tidak mengetahui nya kapan Rio mempersiapkan semua itu. Kini Rio dan Ify tengah berada di atas batu besar, duduk di atasnya seraya menikmati keindahan alam. Suasana kota bandung nampak jelas terlihat di atas sana tak lupa bintang bintang yang terang membuat malam tak begitu gelap, bahkan indah. "Yo" "Kenapa Fy ?" Ify menengokkan wajah nya ke arah Rio dan tersenyum. "Makasih ya" "Buat ?" "Hari ini gue seneng banget, gue gak nyangka lo udah siapin semua nya. Air terjun dan vila ini" ujar Ify Ruo tersenyum. "Justru gue yang harusnya makasih, makasih karena lo udah mau terima gue" Rio memegang tangan Ify, mengenggam jemarinya kuat, seakan akan menyalurkan rasa sayang nya kepada Ify. "Gue bener bener sayang sama lo Fy" ujar Rio tulus, Ify pun tersenyum dan mengangguk. "Gue juga Mario" balas Ify dan membalas genggaman tangan Rio. Ify menangkup tangan Rio lalu mencium nya dengan sayang. Rio pun menutup matanya,menikmati sentuhan Ify. Dan setetes air hujan turun mengenai pipi Ify. Rio menghapus air hujan itu, lalu keduanya beranjak berdiri. "Hujan Fy, ayo masuk ke Villa" ajak Rio, Rio melepas jaket nya dan melampirkan nya ke atas menjadi sebuah payung agar air hujan tak mengenai Ify juga dirinya. Kedua nya berlari memasuki Villa sebelum hujan yang bertambah besar. "Pengganggu suasana, padahal lagi romantis" dumel Rio "Apasih Yo haha, udah ah gue ke kamar" "Yaaah di tinggal kan" ujar Rio sedih yang melihat Ify berjalan menuju kamar para ladies. ******
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD