Playboy Vs Baby (11)

1148 Words
Ify dan Via kini sedang berada di tempat fitness, kedua nya menghabiskan waktu bersama dengan cara mempercantik bentuk badan mereka. Via tengah menggunakan Static bicycle atau sepeda statis adalah alat untuk bersepeda didalam ruangan. Selain untuk melatih otot kaki, alat ini biasanya digunakan untuk membakar lemak atau cardio. Via memilih alat ini karena ia ingin melatih otot otot kaki nya agar semakin kuat. Sedangkan Ify, ia tengah menggunakan Treadmill atau alat yang sangat umum ditemukan di gym dan umumnya digunakan untuk latihan cardio atau pembakaran lemak. Ify memilih alat itu karena ia ingin lebih mengencangkan otot perutnya agar tidak lembek. "Vi, gue mau nanya sama lo" ujar Ify sambil terus berlari di atas treadmill "Hmm" "Lo gak ada perasaan apa-apa kan sama Alvin?" tanya Ify seraya sesekali mengelap keringat yang bercucuran. Via menatap Ify bingung dan mengerutkan kening nya. "Maksud lo, gue cinta sama Alvin? Hahaha ya engga lah. Ngaco aja lo" "Yaaa gue kan nanya" "Engga lah, dia tuh sahabat gue. Sahabat baik gue, mana mungkin gue cinta sama dia" elak Via "Ya iya sahabat, tapi kan lo tau sendiri persahabatan antara cewe dan cowo itu gak ada yang murni, pasti salah satu nya ada yang suka" Ify mengeluarkan pembelaan "I know. Tapi persahabatan gue sama Alvin di jamin murni kok" "Yakin lo ? Gimana kalau Alvin yang ternyata punya perasaan sama lo?" Ify mematikan mesin treadmill nya dan berjalan mengambil minum di dalam tas nya. "Alvin ? Suka sama gue ? Kayanya gak mungkin deh Fy. Dia tuh udah anggep gue kek ade dia sendiri" ujar Via seraya menerawang "Oke, ya bagus kalau gitu." "Bagus ? For what ?" tanya Via. Via turun dari  Static bicycle dan merebut botol minum milik Ify. "Lo tau kan kakak gue suka sama lo, gue gamau aja dia sakit hati karena ada pihak lain" "Uhuk huk.." Ify mengerutkan keningnya heran menatap Via yang tersedak. "Kenapa lo?" "Keselek gue pea! Lo ngomong dari tadi ngaco mulu sih" ujar Via kesal "Lah, kali ini gue ga ngaco. Kaka gue emang demen ama lo dodol" "Tau darimana lo" "Heh pea, jadi lo gatau ? Gue ade nya ya gue pasti tau lah" ujar Ify menoyor kepala Via. "Yeee si tai gausah pake noyor juga" Ujar Via dan mengelus kepala nya yang menjadi korban toyoran Ify. "Eh tapi Fy. Serius lo ? Ka iyel suka sama gue?" tanya Via memastikan "Iya, lo gak percayaan banget sih" "Iyalah, lo kan tukang ngibul" cetus Via "Sialan" umpat Ify kepada Via. Via senyum senyum sendiri seraya memegang erat botol minum milik Ify dan mentap lurus ke depan. Ify yang melihat teman nya seperti itu pun bergidik ngeri. "Vi, lo gak kesurupan kan ?" "Enak aja, gue seneng aja ternyata kak iyel suka sama gue" nyengir Via "Lah anjir lo juga suka sama kakak gue? Sumdem sumpah demi apa gue bakalan punya kaka ipar kek lo gini?" ujar ify seakan tak terima "Yeee tai harusnya lo bersyukur, cinta kakak lo gak bertepuk sebelah tangan. Lagian, kakak ipar kaya gue itu anugerah Fy" "Iyasih gue seneng karea cinta kakak gue terbalaskan, tapi kalau kaka ipar nya beneran lo ngg...." Ujar Ify seraya menatap Via dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. "Sialan nyet" umpat Via, mentap kesal ke arah Ify. "HAHA CANDA. Yodah kita foto dulu buat di kirim ke ka iyel" "Ayooo"  "Najis so imut baaaat gaya lo Vi" ujar Ify saat melihat hasil foto mereka. "Gue emang imut makanya kakak lo demen" "Najis pala lo nambah gede noh ntaran lagi meletus" ujar Ify kesal dan mengambil tas nya lalu berjalan meninggalkan Via. "Si monyet gue di tinggalin" °°°°°° Kini usia Fika semakin beranjak, tubuh nya semakin gembul dan menggemaskan. Rio kembali membawa Fika berenang, dengan wajah ceria Fika memainkan air, tak ada rasa takut terlihat dalam wajah nya. Di atas ban kecil tubuh Fika mengapung di air dengan tangan yang ia ciprat cipratkan degan riang.   "Wah anak Papa hebat, udah gak takut air lagi ya sayang" ujar Rio merasa senang saat melihat ekspresi Fika. "Bagus, Fika memang pemberani" "Ayo sayang kita ketengah,belajar berenang lagi ya biar jago kaya Papah" Rio menggendong Fika di depan dan membawanya ke tengah yang tinggi nya sepinggang Rio. Rio kini menggendong Fika seolah olah menjadi alas agar Fika mengapung. Fika yang tengkurap berada di atas tangan Rio pun menepuk nepuk air yang ada di depan nya. "Jangan di tepuk-tepuk Nak, kena muka Fika itu" Namun Fika tetap memainkan air nya, bukan nya menangis karena terpincrat air, Fika malah tertawa. Rio membawa Fika perlahan, mendorong tangan nya agar tubuh Fika maju mengambang di atas air. Layaknya kapal terbang Fika berada di atas air. "Ngeenggg Fika terbang" Dan kagi Fika pun tertawa dengan nyaring juga bahagia. Rio terus membawa Fika bermain air agar kelak Fika bisa terbiasa berada di dalam air. Ia tak mau Fika nanti takut terhadap air atau takut memasuki kolam renang layak nya anak anak seumuran nya yang lain. "Riooo, gue cari cari tau nya ada di kolam renang" suara nyaring Ify menghentikan aktifitas Rio. "Kenapa Fy?" Tanya Rio  "Gue panik, kirain Fika di culik" "Lebay lo, btw gue titip Fika dong, bentaran doang gue mau renang" ujar Rio naik ke permukaan membawa Fika. "Tubuh Fika udah dingin, udahan ya. Gue bawa Fika ganti baju takut sakit dia" "Iya, sana lo gantiin baju nya" ujar Rio yang kini kembali berjalan ke arah kolam renang. Ify membawa Fika ke dalam untuk mengganti baju si bayi perempuan nya, sedangkan Rio kembali melanjutkan aktifitas berenang nya. °°°°° "Naaah Fika udah cantik" ujar Ify selesai memakai kan Fika baju. Fika menatap Ify seraya mengemut jempol nya dengan gemas dan menggerak gerakkan kaki mungil nya. "Eyyy gaboleh sayang, Fika lapar ya? Cape habis berenang iya?" ujar Ify seraya melepaskan jempol dari mulut Fika. Ify pun mengambil botol s**u milik Fika dan mengisi penuh s**u nya. "Nih sayang, kamu mimi s**u yaaa" Ify memberikan botol s**u itu, perlahan ia arahkan dot nya ke arah mulut Fika, Fika pun menyambutnya dengan semangat. "Waahh cepet banget ngedot nya, lapar ya Fika" ujar Ify yang terus mengajak ngobrol Fika. Fika terus menyedot s**u dalam botol kecil milik nya hingga s**u itu habis. Fika pun mulai tertiur karena cape dan perut yang telah kenyang. Ify tersenyum dan mengelus rambut pirang milik Fika dengan lembut dan hati-hati takut fika terbangun.  "Fy, gimana Fika?" tanya Rio dengan handuk yang ada di kepala nya, dengan rambut yang masih basah. Rio menghampiri Ify yang sedang mengelus rambut fika "Ssssssttt suara lo tolong kecilin. Fika tidur" "Oke sorry, syukurlah Fika tidur" mengecilkan volume suaranya "Hmm yo, yaudah gue pulang ya" ujar Ify berpamitan saat yakin bahwa Fika telah tertidur lelap "Iya,thanks ya Fy" Ify pun mengangguk dan tersenyum. Sebelum pulang, Ify mendekat ke arah Fika dan mengecup kening Fika. Rio tersenyum melihat pemandangan di depan nya. "Gue pamit ya Yo" "Hati-hati Fy,kali aja di depan lo di culik" "Sembarangan itu mulut" ujar Ify kesal "Hahaha" °°°°°°
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD