Kini tiba hari pertunangan kedua nya, Ify mengenakan gaun berwarna putih dan Rio yang juga mengenakan jas berwarna putih. Sungguh serasi mereka di lihat nya.
Acara pertunangan tersebut di pandu oleh seorang mc, mc telah berchitchat membuka acara dan tiba di acara inti yaitu pertukaran cincin.
"Baik, kedua mempelai silahkan naik ke atas panggung"
Ify dan Rio kini berada di atas panggung untuk melakukan pertukaran cincin.
Gabriel membawa sepasang cincin yang akan di gunakan adiknya beberapa saat lagi. Ify tersenyum menatap ke arah Gabriel.
"Gua percaya sama lo" ujar Gabriel seraya meninju pelan pundak Rio. Rio hanya terkeukeuh dan mengambil cincin tersebut.
Rio menautkan cincin itu ke jari manis Ify, dan semua orang bertepuk tangan.
"Manis sekali" ujar Rio menatap Ify.
"Apasih lu Yo" balas Ify malu
"Sekarang giliran Ify, kamu pasang cincin ini ke jari manis Rio" ujar Mc memberi arahan.
Ify mengangguk dan mengambil cincin tersebut. Ia mengenakan nya di jari manis Rio dan lagi semua tamu undangan bertepuk tangan.
"Yeeyyy akhirnya kini kedua nya sudah di ikaat erat-erat" ujar mc dan membuat semua tamu tertawa.
Kini beralih ke sesi foto, semua keluarga berkumpul untuk berfoto. Foto pertama adalah foto keluarga besar kedua belah pihak. Foto kedua adalah foto keluarga Ify. Foto selanjutnya dengan keluarga Rio. Semua menampilkan ekspresi wajah berbahagia di dalam foto. Kini giliran Ify dan Rio berfoto bersama.
Ify duduk di atas kursi dan Rio duduk di lantai di samping kursi Ify. Ify yang menghadap ke arah kiri dan Rio menghadap ke arah kanan.
"Pokoknya kalian jangan liat ke kamera, candid aja ya. Ify kamu coba liat ke bawah. Ya ya seperti itu." arahan dari sang fotoghraper.
Mereka berdua akhirnya berpose dan hasilnya pun sempurna.

"Ifyyyyyyy, ciieee akhirnya kalian berjodoh" ujar Via seraya memeluk Ify.
"Viaaaa, makasih udah dateng"
"Pasti lah gue dateng,masa sih sahabat sendiri tunangan gak dateng" Ify pun tersenyum, Ify menyadari kehadiran Via yang bersama orang lain. Ify pun melirik pria di samping Via.
"Ekhem siapa Vi?" ujar Ify dengan tatapan menggoda.
"Ah, oh ini Alvin. Dia sahabat gue dari kecil, dia baru balik dari belanda" ujar Via memperkenalkan pria di samping nya.
"Yakin sahabat Vi?" goda Rio
"Iyalah sahabat,kaya gue sama Ify. Iya kan Al?" Alvin. Pria di sebelah Via itu hanya memgangguk membenarkan ucapan Via.
"Yaudah hahaha ayo ayo kita foto dulu"
Ujar Ify . Via pun mengangguk semangat dan merapat ke arah Rio. Begitupun dengan Alvin, ia mendekat ke arah Ify. Posisinya kini Rio dan Ify berada di tengah.

Sedangkan dari jauh, Gabriel menatap Via dengan tatapan sendu. Ify yang ngeuh sedaritadi kakak nya menatap Via pum tersenyum kecut.
"Kaaaak" panggil Ify dan Gabriel pun mendekati nya.
"Kenalin, dia Alvin sahabat kecil nya Via" ujar Ify memperkenalkan. Dan gabriel pun tersenyum.
"Gabriel"
"Alvin"
"Oh iya kak, Fika mana ?" tanya Ify
Ya, ia sedaritadi tak melihat Fika, ia hampir saja melupakan gadis kecil nya itu.
"Fika sama Mamah" jawab Iel
"Yo, kita foto sama Fika yuk" ajak Ify. Rio pun mengangguk mengiyakan.
"Yaudah, ayo kita bawa Fika"
"Vi, gue ke nyokap dulu ya" pamit Ify kepada Via
"Beres Fy"
Ify dan Rio pun pergi ke arah Manda untuk bertemu dengan Fika. Seseorang yang menyatukan mereka kini menjadi sepasang kekasih ralat sepasang yang sudah bertunangan.
Fika berada di gendongan Manda, tampak sedang tertawa karena lelucon dari Jordi. Fika tertawa dengan lucu nya. Bayi mungil yang terbilang montok itu kini mengenakan gaun berwarna putih selaras dengan Rio dan Ify. Tak lupa bando di kepala nya yang indah menambah kecantikan dalam Fika.

"Mah, Pah" panggil Rio. Kedua orangtua nya pun berbalik badan dan tersenyum.
"Kalian, udah sesi foto nya?" tanya Manda
Ify menggeleng. "Kok kesini?" tanya Manda bingung.
"Kita belum foto sama Fika" ujar Ify . Manda pun mengangguk mengerti.
"Sini, biar gua aja yang bawa Fika" ujar Rio. Rio pun menggendong Fika. Manda tersenyum melihat Fika yang senang berada dalam gendongan Rio.
"Halloo sayang, maaf yaa tante lupa sama Fika tadi" ujar Ify meminta maaf kepada Fika.
"Fy, sekarang kan lo tunangan gue. Gimana kalau Fika manggil lo Bunda." ujar Rio memberi usulan.
"Bunda ? Apaan kaga kaga. Alay lo. Nanti aja kalau udah nikah baru boleh" protes Ify dan Rio pun cemberut.
"Lo maah, kan belajar Fy dari sekarang"
"Kaga mario! Pokoknya nanti ya nanti" keukeuh Ify. Manda dan Jordi yang menyimak sedaritadi hanya tersenyum geli.
"Yaudah iya. Ayo kita foto dulu" ajak Rio, lengan Rio yang bebas pun merangkul pinggal Ify sedangkan lengan yang satu lagi menggendong Fika.
"Kita pamit dulu ya Tan, Om" pamit Ify
"Iya sayang" balas Manda
Kini Rio dan Ify beserta Fika sudah berada di depan fotoghraper. Fotographer itu mengarahkan beberapa fose untuk di potret.
Pertama. Rio menggendong Fika dan Ify yang berada di sebelah kanan Rio pun dirangkul oleh Rio.
Kedua. Ify duduk di atas kursi, dan Fika ada pada gendongan nya. Rio berada di belakang Ify dan merangkul kedua nya dari arah belakang.
Ketiga. Fika kembali di gendong oleh Rio namun kini Fika seolah-olah di simpan di tengah-tengah antara Rio dan Ify. Rio dan Ify pun mencium masing-masing pipi Fika. Ify mencium pipi kiri Fika, dan Rio mencium pipi kanan Fika. Fika yang di cium hanya tersenyum lebar seakan-akan mengerti atau bahagia.
Sempurna. Sesi foto selesai. Dan acara puncak, acara terakhir adalah dansa. Semua pasangan berdansa. Fika kini sudah kembali bersama Manda. Ify dan Rio berdansa di tengah tengah pasangan lain nya.
Gabriel melihat semua pasangan berdansa, Iyel pun melihat Via yang sedang berdansa bersama dengan sahabat kecil nya. Gabriel tersenyum getir melihat nya.
Iyel beralih ke arah Manda. Berjalan mendekat ke arah Manda.
"Tan, iyel pinjem Fika dong" ujar Iyel meminta izin.
Kini Gabriel menggendong Fika, ia membawa nya ke tengah tengah lantai dansa,bergabung dengan yang lain. Iyel pun berjoget dengan Fika yang ada di dalam gendongannya. Seolah-olah mengajak Fika berdansa. Fika pun tertawa saat Iyel sesekali memutar badan dan mengangkat ke atas tubuh Fika.
°°°°°°°