Rio memakan sepiring nasi goreng yang telah ia buat. Dengan santai ia memakan sarapan nya dan tidak lupa Fika yang berada di samping nya tengah mengedot sebotol s**u.
"Fika hari ini ikut Papa ke kampus ya sayang" ujar Rio seraya menatap Fika sekilas dan tetap mengunyah nasi goreng nya
Rio menyudahi sarapan pagi nya, ia beranjak dari kursi dan mendorong roda bayi Fika menuju garasi. Rio menggendong Fika lalu menidurkan nya di jok samping tak lupa ia menggunakan sabuk pengaman khusus bayi agar Fika tidak terjatuh. Setelah itu ia melipat roda bayi Fika dan memasukkan nya kedalam bagasi mobil.
Rio langsung menancap gas nya menuju kampus karena ia ada kelas di pagi hari.
Sesampai nya di kampus, Rio langsung menggendong Fika dan menaruh nya di roda bayi.
"Fika nanti juga kuliah kalau udah besar, tapi sekarang Fika masih bayi. Kamu liatin papa kuliah aja dulu ya sayang"
Rio terus mengajak ngobrol Fika seraya mendorong roda bayi Fika. Di sekitar nya banyak yang menatap Rio kagum namun ada juga yang menatap nya dengan tatapan meledek.
"Weeiits bro, ngapain lo bawa orok ke kampus"
"Emak emak lagi ngasuh anak nya hahaha"
Namun ada juga yang ...
"Waaaa so lucky banget sih itu bayi"
"Kok Rio gentle banget ya, hot gitu keliatan nya"
"Hot daddy"
Rio hanya menggelengkan kepalanya dan cuek tak menanggapi gosip gosip yang sangat tidak berfaedah.
"Selamat pagi daddy iyooo" ujar Iyel menyapa dengan nada mengejek
"Daddy daddy minta uang" pintanya seraya memasang wajah cemberut dan manja.
"Najis" umpat Rio
"Ih kok mulut nya kasar, ada bayi gabaik" ujar Ify di belakang gabriel yang kini berjalan mendekati Fika.
"Hai sayang, wah Fika mau ikut belajar ? Iyaa hmm" ujar Ify yang langsung menggendong Fika.
"Lo kok bawa Fika ke kampus sih Yo" protes Ify
"Ya habis, di rumah kan gada orang. Masa mau gua tinggalin?"
"Fy, lo ada kelas ga?" Ify menganggukkan kepalanya, dan Rio menghela nafas.
"Yaah, gua juga ada kelas ini. Mana kuis sekarang" ujar Rio.
Ify menjetrikan jempolnya dan emnatap ke arah gabriel. "Yel, lu kan gada kelas pagi ini"
"Lah napa ? Mau nitipin anak lu bedua?"
"Emang ya tuh mulut kaga pernah di saring" ujar Rio kesal
"Au lu, pokoknya lu jagain Fika" ujar Ify.
"Hahaha iyee iyee"
"Jangan iye iye aja lu, awas aja kalau Fika sampe kenapa-napa" ancam Rio
"Iya astagaa, bacot banget sih lo yo" Iyel pun kini menggendong Fika
Rio melirik jam tangan nya "yaudah gua duluan, udah jam 7 ntar gua gabisa masuk, bahaya ini kuis"
"Yaudah sana"
"Fika, fika sama Kakek iyel dulu ya sayang." ujar Rio berpamitan seraya mengambil Dika dari gendonan gabriel dan mengangkatnya ke atas hingga membuat Fika tersenyum senang lalu ia mengecup kening Fika .

"Kakek apaan lu, semabarangan gua ganteng gini masih muda di kata kakek" ujar Iyel protes tak terima.
"Bacot ah, nih gua titip Fika. Awas lu bikin Fika mewek, gua jotos hidung pesek lu" ancam Rio lagi
"Iya astagaa, gua jual juga nih lama lama si Fika" Mendenar itu kini Rio dan Ify sama sama melotot dan menoyor kepala Iyel.
"Ettdah emak bapak nya ngamuk"
"Udah sana lu berdua masuk kelas" Rio dan Ify akhirnya masuk ke dalam kelas mereka yang berbeda karena memang Rio dan Ify berbeda jurusan.
*****
Di kantin kini Iyel tengah mengajak Fika berbicara meski yang ia bahas tentu saja melantur tak tentu arah nya.
Iel terus berceloteh seolah olah Fika menanggapi ucapannya dan seolah olah ia memang sedang mengobrol bersama Fika. Selama beberapa jam ia terus berceloteh tanpa henti, namun Fika hanya diam sesekali tertawa. Hebat nya Fika tidak menangis.
"Fik fik liat deh itu cewe, cantik banget anjir"
"Body nya goals Fik, lo mau gak punya tante kaya gitu ?"
"Fik jawab dong, elah masa orang ganteg di cuekin sih" iyel terus mengajak Fika berbicara namun melantur. Fika hanya senyam senyum melihat tingkah gabriel dan sesekali menepuk nepukkan tangannya.
"Waah Fika seneng ya kalau punya tantte kaya gitu ?" tanggap Gabriel yang langsung mengartikan dari tingkah laku Fika.
"Emang kita cocok Fik, eh tapi gue kan mau nungguin lo gede Fik" .
"Lo gede berapa taun lagi sih, lama banget. Besok kaga bisa apa lo langsung gede gitu"
Entah disini siapa yang bego, entah iyel entah author, entah mereka yang menyaksikan keanehan tingkah iel. Namun orang sekitar kantin yang melihat itu bergidik ngeri dan menggelengkan kepalanya.

"Btw kok Rio sama Ify lama sih keluar nya"
Iel melirik kembali jam di tangannya.
"Ehem hai yel" sapa seseorang yang ada di hadapan nya kini. Gabriel mendongak dan kaget melihat gadis itu.
"Eh. Ha-hai Via" sapa Iyel terbata-bata
"Ehm boleh duduk?"
Dengan semanat iel menganggukan kepalanya dan menggeser tempatduduk memberi ruang untuk Via. Atau tak lain Alivia adis inceran nya selama ini.
"Hm anak lo?" Via mengerutkan keningnya seraya menunjuk Fika
"Hah ? Eh bu-bukan. Ini anu apa anak Rio sama Ify" ceplos Iel.
"Hah? Rio sama Ify udah..?" kaget Via
Iek meringis karena perkataan nya yang salah, ia menepok jidat nya pelan. "Hehehe maksudnya bukan gitu, aduh gimana ya jelasin nya ehhehe"
Via tersenyum geli menatap gabriel. "Santai aja lagi yel"
"By the way bayi nya lucu, cantik. Siapa nama nya?" tanya Via
"Namanya Fika hhehe"
"Hai Fika,salam kenal aku Via" Ujar Via mengajak Fika berkenalan seolah olah Fika mengerti apa yang ia ucapkan.
"Bagus yaaa, anak gue lo jadiin bahan modusan" ujar Rio di sebrang sana yang kini tenah berjalan mendekati Iel dan Via.
Via yang mendengar suara Rio langsung menoleh kearah nya.
"Hai Yo, anak lo lucu" sapa Via
"Hai via, makasih loh hehe" ujat Rio.
"Sejak kapan lo merit sama Ify Yo ?" tanya Via
Rio bingung dan mengerutkan keningnya, "siapa bilang gua udah merit?"
"Bukan nya ini bayi lo sama Ify ? Kata iel ini bayi kalian ?" Rio langsung menatap tajam ke arah gabriel, iel hanya nyengir dan mengaruk rambut nya yang tak gatal.
"Gua gak merit sama siapa-siapa Vi, dan bayi ini emang anak gue, tapi anak angkat gue." jelas Rio
"Oh gitu, hebat ya lo masih kuliah tapi mau ngadopsi anak. Salut gue sama lo" kini giliran gabriel yang melotot ke arah Rio karena mendapat pujian dari gadis pujaan nya.
"Ah bisa aja lo Vi" Rio merespon dengan soso malu namun matanya melirik ke arah iel dan mengejek.
'Awas aja lo Yo'
"Btw maaf nih, gua sama Fika mau pamit pulang duluan aja. Takut ganggu waktu PDKT kalian berdua" ujar Rio
"Apasih lo hehe" ujar Via blushing
"Eh blushing wkwk" ujar Rio
"Udsh sanaa deh ah," usir Iyel
"Yeee sempak main ngusir aja. Yaudah bye, sukses ya bro haha" Rio pun pamit dan pergi membawa Fika.
*****