Part | Twenty Nine.

1112 Words

Pagi ini, Alexandria begitu bersemangat karena ia akan pergi bekerja. Semalam, ia tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat untuk esok hari. Bahkan, Sean sampai lelah mendengar Alexandria berkata; “aku tidak sabar, Sean!” atau, “Besok aku akan mulai bekerja.” Pelukan Sean pada pinggangnya membuat Alexandria tersentak. Pria itu menarik pinggangnya hingga punggung Alexandria bertubrukan dengan d**a bidang Sean. Alexandria hanya bisa memutar bola matanya karena tindakan Sean. “Morning,” sapanya seraya mencium bagian belakang telinga Alexandria. Wanitanya menggeliat tidak nyaman karena rasa geli. “Kau siap untuk hari ini, Al?” Alexandria mengangguk dengan semangat. Dengan sigap, ia menyiapkan roti dan kopi untuk mereka berdua. “Jadi, siang ini kau tidak bisa mengantarkan makan siang untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD