"Sayang, hei.. Vanila bangun," seru Sean sembari menepuk pipi chubby Vanila pelan secara berulang. Sean memundurkan tubuhnya saat Vanila tersentak bangun begitu saja. "SEAN!" Pekik Vanila. "Hei, kamu gapapa?" Tanya Sean lembut mengusap peluh yang keluar di seluruh wajah Vanila. "Sean," rengek Vanila berhambur memeluk Sean mengabaikan rasa sakit di bagian perutnya. Sean mengernyitkan keningnya bingung, tetapi tetap membalas pelukan Vanila. "Kamu kenapa?" Tanya nya lagi. Vanila menggeleng sejenak sebelum akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap Sean dalam dengan tangan yang menggenggam pria itu erat. "Ini bener kamu kan?" Sean mengangguk bingung. Vanila menghembuskan nafas lega, "syukurlah. Aku kira itu semua beneran?" Sean mengernyit, "semua? Apa sih?"

