Epilog

987 Words

"Bundaa.."    Sean hanya bisa mendengus saat mendengar suara nyaring dari putranya. Ia lalu menjatuhkan dirinya ke samping tubuh istrinya dan menutup matanya mengatur nafasnya yang memburu.   Vanila terkekeh, "sabar yaa."   'Brak brak   Vanila menoleh pada pintu yang di gedor kasar, "Bundaa— Bunda"   "Disini aja, biar aku yang buka." Vanila mengangguk, membiarkan Sean bangkit dan membuka kan pintu kamar mereka.   Vanila tersenyum, tadi itu hampir saja mereka menghabiskan waktu bersama sebelum akhirnya suara dari Saka menghentikan aktifitas mereka membuat Sean hanya bisa menekuk wajahnya sebal. Vanila hanya bisa terkekeh, ia tau sekesal apapun Sean pada putranya— pria itu lebih menyanyangi anak-anak nya.   "Ayah," sapa Saka riang saat melihat Sean membuka kan pintu.   Sean t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD