"Vanilaa," panggil Thea tepat ditelinga Vanila yang sukses membuat gadis itu tersentak. "Thea, pelan-pelan," sahutnya bersungut. Thea mengendikkan bahunya acuh sebelum akhirnya kembali ke posisinya duduk di hadapan Vanila. "Kau baik-baik saja?" Tanya nya saat mendudukan diri di hadapan Vanila. Tanpa sadar bahu Vanila merosot mendengar pertanyaan Thea. "Huft, rasanya aku ingin mengundurkan diri saat ini juga." Keluhnya. Thea mengernyit, "kenapa? Bahkan hampir semua staff dan karyawan disini ingin ada di posisi mu. Ah.. bahkan membayangkan akan menghabiskan waktu sepanjang hari dengan Mr. Xanders saja membuat ku sulit bernafas." Vanila memanyunkan bibirnya sejenak tak suka, "kalo kau mau— aku tak keberatan kau menggantikan ku menjadi assisten pria menyebalkan itu." Thea

