"Apa katamu?" Sahut Sean terkejut. "Aleira Sean, adik ku. Bocah kecil yang selalu kau ciumi sejak lahir dulu." Ujar Darren berusaha meyakinkan Sean. "Jangan bercanda Al," tegas Sean. *** "Ale.." Darren menggumam lirih tanpa sadar. Gadis itu, gadis yang berdiri beberapa meter darinya nampak seperti Naka— Mommy nya saat muda. Hanya warna coklat di rambutnya yang membedakan dengan sang ibu, selebihnya gadis itu seperti diciptakan menjadi kloningan ibu nya. Dan entah mengapa mulutnya langsung menyebutkan nama adik kecilnya yang hilang saat merayakan ulang tahun ibunya 19 tahun lalu. "Maaf sir, ada yang bisa saya bantu?" Lagi-lagi Darren dibuat terkejut saat mendengar suara merdu yang menyapu gendang telinganya, tak jauh berbeda dari mommy nya. "Siapkan minum," ujar

