"Sudahlah Vanila tak apa," ucap Darren. Sedari tadi sejak Vanila mengetahui status wanita yang ada di samping atasannya itu ia menjadi tak enak hati dan selalu menundukkan kepalanya. Ia sungguh tak tau, bahwa itu adalah adik dari kliennya. "Lice, lepaskan tangan mu dari Sean." Sentak Darren saat melihat adiknya yang terus bergelayut di lengan Sean. "Ck, kau ini kenapa? Aku kan sudah lama tidak bertemu dengan kak Sean." Gadis itu memajukan bibirnya kesal. Sean tak bergeming, matanya tetap fokus menatap ke arah wanita yang duduk di hadapannya. "Tak ingin meminta maaf miss, atau kau akan bersikap yang sama seperti tadi siang?" Vanila mendongak lalu menggeleng pelan. "Maaf miss Aleira, saya tidak bermaksud lancang atau tak sopan hanya saja—" "Tak apa, aku tau pasti pria bod

