Metta mengela napas samar dengan menatap Adam di depannya yang kini duduk bersilah bersamanya di ambal depan tidur. Di sampingnya ada sang suami yang juga menatap ke arah anak mereka itu. "Bisa jelasin ke mama ... kenapa Adam sampai mukulin teman-teman kamu tadi?" Tanya Metta lembut berusaha tidak memarahi, Adam masih merunduk dengan muka kesalnya. "Adam, mama kamu lagi bicara sama kamu ... lihat muka mama jangan cuma nunduk?!" Omel Arseno dengan suara tegasnya membuat Metta melotot ke arahnya menyuruhnya diam saja. Adam masih mengatupkan bibirnya rapat, meremas celana jeansnya dengan kesal. "Jadi Adam gak mau cerita sama mama ya? Yasudah, gakpapa ... nanti kalau Adam udah siap ... langsung cerita ya." Kata Metta masih dengan nada lembutnya membuat Adam menipiskan bibir, hendak membuka

