Iren terlihat menghela napas panjang membuat kedua pipinya mengembang. Gadis itu berjalan ke arah rumah sakit dengan bergerak pelan mengikat rambut panjangnya. Ia menghampiri resespsionis di konter dengan mengobrol sejenak dengan perempuan yang terlihat menjawab pertanyaannya dengan ramah. "Nanti makan siang di luar aja kali ya, malas kalau terus-terus di kantin rumah sakit. Itu-itu aja makanannya, gak ada yang beragam." Gerutunya dengan menempelkan pipinya pada konter, "dokter Iren bukannya suka sama makanan kantin ya? Biasanya juga sering nambah dua kali." Iren mencuatkan bibirnya walau mengangguk membenarkan. "Tapi, saya akhir-akhir ini lagi malas banget makan. Kalau pun makan cuma sekali sehari, itu pun cuma sesendok kecil gitu. Kenapa ya?" "Biasanya kan orang-orang yang menderita

