Iren menghela napas samar membuat kedua pipinya mengembang bulat. Perempuan itu menolehkan kepala dengan kening mengkerut mencari sosok Arka yang belum juga muncul untuk menemuinya. Katanya ada yang ingin cowok katakan padanya, makanya mereka berdua janjian bertemu di kantin rumah sakit. "Ck, ini anak kemana sih? Dia gak mungkin lupa kalau ada janji sama gue kan?" Gerutu Iren dengan memainkan sendoknya di atas piring makannya yang masih belum disentuhnya sama sekali. Karena memang mau menunggu temannya itu. Iren mendecak samar, meraih gelas minumnya lalu menenggaknya habis merasa geram karena sudah hampir dua puluh menitan menunggu di sana. Namun, batang hidung Arka masih belum kelihatan. Iren menolehkan kepala saat mendengar derap lari mendekat ke arahnya, ia mencuatkan bibirnya saat

