Bintang menyender pada dinding tembok di dalam kelas sembari kedua kakinya di naikan di atas meja, memejamkan mata di sana dengan santainya. Ia melemaskan bahu, berusaha mencari posisi nyaman untuk tidur. Ranselnya pun ia jadikan sebagai bantalan dengan kepala kursi yang jadi sandaran lengan kanannya. "Bintang!" Panggil Sena di ambang pintu membuat cowok itu tersentak kaget dan langsung menjatuhkan kakinya ke bawah meja. Padah sudah ingin terlelap, namun suara cempreng Sena kembali membangunkannya. "Apasih, Na? Harus banget manggil teriak-teriak begitu, gue lagi posisi tidur ... jangan sampai gue jantungan gara-gara lo." Sena mencibir dengan mendelik pelan, "gak usah lebai, jantungan pun lo gak langsung mati ... palingan struk dulu." Kata gadis itu tanpa dosa membuat Bintang maju dan men

