Ya… hanya diam yang Jeremy lakukan. Ia tahu ada kejanggalan yang terjadi di masa lalu sejak pertama kali Jenara mengirim ulang chat yang katanya ia kirimkan dulu. Sangat janggal. Seperti banyak kepingan tajam tersembunyi dibalik hancurnya hubungan dan menghilangnya Jenara. Jeremy akui ia sangat marah, bukan marah lagi, ia sangat murka karena saat itu Jenara berpotensi menghancurkan perusahaan yang selama ini ia jaga dan ia kembangkan. Jeremy juga akui saat itu ia lepas kontrol, sampai ia menghina Jenara dan meminta Jenara pergi. Namun sungguh itu hanya karena ia marah, ia kecewa pada tindakan Jenara. Apalagi setelah hari itu Jenara bukan berusaha menemuinya, bukan berusaha meredam amarahnya, bukan berusaha menjelaskan kejadiannya. Jenara justru memilih pergi, dia menghilang, seperti

