Jeremy Kejam Palevi

1093 Words

Tangan Jenara bergerak lincah di permukaan layar ponselnya. Mengetikkan kalimat sumpah serapah dalam chatroom Jeremy, meluapkan seluruh kekesalannya, mengungkapkan seluruh amarahnya. Mata Jenara mulai memburam seiring dengan rentetan kalimat yang ia ketikan di dalam ponselnya. Hatinya terlalu sakit. Kekesalan dalam hatinya sudah sangat membuncah. Jenara sadar yang ia hadapi adalah orang berkuasa. Tapi apakah Jeremy harus sekejam ini padanya. “Kejam memang nama tengahmu Jeremy! Kejam! Tidak punya hati! Tidak punya perasaan!” “Argh!” Jenara memukul wastafel, mengepalkan kedua tangannya erat, memandang wajahnya sendiri di cermin. Kesal. Kenapa sih hidupnya harus selalu berurusan dengan Jeremy? Kenapa?! Apa salahnya di masa lalu? Apa dosanya dikehidupan sebelumnya sampai ia harus mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD