Bab 1: Dua Topeng, Satu Takdir.

712 Words
"Di dunia ini, hanya dua hal yang benar-benar penting: bagaimana mereka memandangmu di depan umum, dan siapa yang kau sembunyikan di balik bayangan." Keluarga Alvarez: Bayang-bayang di Balik Kemegahan Johan de Alvarez terlahir sebagai putra keempat dari Duke Gregory Alvarez, pelindung tertinggi Kekaisaran Arvendale. Sebagai anak kedelapan dari tiga belas bersaudara—buah dari pernikahan Duke dengan istri keempatnya, Lady Mireille de Vensaria—posisinya di istana sudah terasa abu-abu. Ibunya, seorang bangsawati dari Vensaria yang terpandang dalam seni, ilmu, dan diplomasi, tidak mewarisi kekuatan sihir atau kemampuan tempur garis utama Alvarez. Hal itu membuatnya dipandang sebelah mata, tak lebih dari "pajangan eksotis" di mata keluarga besar. Sebuah takdir yang juga menurun pada Johan, sang putra yang dianggap tak berpotensi. Perisai Sang Bangsawan Buangan Di mata Kekaisaran, Johan adalah aib—sosok bangsawan muda yang tak diharapkan, hidupnya dianggap tak berguna. Ia dengan sengaja membiarkan reputasinya terpuruk: * Si Pemalas & Hedonis: Waktunya habis di taman belakang, bar pribadi, atau kamar pelayan wanita—setiap detik adalah pemborosan yang memuaskan diri. * Predator Wanita: Desas-desus tentang penaklukannya tak henti beredar, dari pelayan, putri bangsawan tamu, bahkan wanita-wanita istana. * Pembangkang: Ia menolak keras latihan militer keluarga, bolos jam pelajaran sihir, dan tak pernah sudi menghadiri upacara istana. * Si Lemah: Lingkaran bangsawan mencibirnya, menganggapnya tak memiliki aura kekuatan atau sihir khas Alvarez, seolah dilahirkan tanpa potensi. * Aib Keluarga: Ia adalah bahan tertawaan para saudara tirinya, lelucon basi di setiap pertemuan keluarga besar. Namun, setiap cela itu adalah perisai yang disengaja, citra yang ia bangun dengan cermat untuk menyembunyikan satu kebenaran yang akan mengguncang Arvendale hingga ke fondasinya: dialah Sang Kabut Putih Tersenyum. Simpul Darah dan Benang Takdir. Meskipun hidup dalam bayangan dan penyamaran, Johan terhubung dengan beberapa individu penting dalam keluarganya: * Lady Mireille de Vensaria (Ibu Kandung): Seorang wanita anggun yang rapuh di mata Alvarez, sering dihina oleh istri-istri Duke lainnya. Hanya kepada beliaulah Johan memanggil "ibu" dengan kelembutan yang langka. Kini sakit-sakitan di paviliun belakang, ia diam-diam menerima pasokan obat langka dari luar negeri—kiriman rahasia dari Johan. * Helena de Alvarez (Kakak Kandung, 20 tahun): Seorang ksatria sihir tingkat tinggi yang menguasai elemen angin dan ruang, sangat disegani di akademi militer. Helena sangat menyayangi Johan, siap melawan siapa pun yang menghina adiknya. Ia tak tahu identitas sejati Johan sebagai Sang Kabut Putih, namun sering menyimpan kecurigaan. "Adikku itu bukan lemah," ia pernah berkata, "dia hanya menyembunyikan sesuatu lebih dari siapa pun di istana ini." * Livia de Alvarez (Adik Kandung, 14 tahun): Gadis ceria dan cerdas dalam teknik pertarungan. Johan secara khusus mengajarinya teknik bela diri tak dikenal yang tak ada di Kekaisaran. Ketika beraksi sebagai pria bertopeng, Johan selalu mengubah sedikit gaya tarungnya agar Livia, yang sangat mengidolakannya tanpa tahu identitas aslinya, tidak mengenali dirinya. * Mirana (Anak Selir Favorit Johan, 17 tahun): Seorang gadis pendiam dari selir kelas rendah, namun sangat berbakat dalam sihir elemen cahaya. Johan diam-diam membimbingnya, bahkan memberinya grimoire kuno. Ia adalah orang pertama yang akan Johan lindungi ketika gelombang kecurigaan pengkhianatan mulai menyapu istana Alvarez. Tunangan: Simbol Kekuatan yang Tersembunyi Putri Kesepuluh Kekaisaran – Ardelia von Evaris adalah tunangan Johan—seorang gadis kuat, pengguna elemen petir yang luar biasa. Dengan disiplin baja, sifat dingin, dan keseriusan yang tak tergoyahkan, Ardelia bertunangan dengan Johan atas dasar perintah politik murni. Ia tidak menghormati Johan sebagai calon suami, menganggapnya tak lebih dari beban yang harus ditanggung demi ambisinya menjadi yang terkuat. Ardelia sama sekali tidak tahu bahwa Johan, tunangan "malasnya", adalah pria bertopeng yang hampir membunuh salah satu pahlawan Kekaisaran—kakaknya sendiri. Namun, ironisnya... Ardelia secara tak sadar mulai tertarik pada sosok bertopeng misterius yang muncul dalam pertempuran terakhir, terpesona oleh kekuatan dan aura misteriusnya. Johan: Keadilan dalam Kegelapan Johan bukan sekadar hidup dalam dua dunia—dia mengendalikan keduanya. Sebagai Johan de Alvarez, ia adalah aib keluarga, pemuda tak berguna yang semua orang remehkan. Sebagai Sang Kabut Putih Tersenyum, ia adalah mimpi buruk yang mengancam kehancuran Kekaisaran Arvendale. Dan di antara dua peran itu, di bawah radar semua mata, ia perlahan membangun jaringan bawah tanah—dari pelayan setia, b***k-b***k tertindas, ras minoritas yang terpinggirkan, hingga bangsawan buangan yang menyimpan dendam. Semua diarahkan pada satu tujuan tunggal: > Menghancurkan Kekaisaran Arvendale dari dalam. Bukan sebagai pemberontak, melainkan sebagai Keadilan yang tertunda.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD