(Untuk 21+)
Pagi pun tiba, Vina sudah lebih dulu bangun untuk mandi keramas dan membantu ibu mertua di dapur.
Di dapur Vina masih terlihat kagok dan bingung, mungkin karena belum terbiasa, tapi Ibu mertuanya mengajarinya dan menjelaskan dengan sabar.
Ibu mertuanya memberitahu Vina letak bumbu-bumbu dapur, karena memang ini kali pertama Vina memasak di dapur itu, walaupun sebelumnya pernah masuk ke dapur itu tapi bukan untuk memasak
Hari itu rio masih libur, jadi mereka gunakan kesempatan itu untuk membuka kado dan amplop mereka, sambil membaca ucapan-ucapan yang sangat konyol yang menggelitik.
Ada kado peralatan rumah tangga, alat elektronik dll. Dan isi amplop pun tebal-tebal.
"Selamat ya bro,semoga bahagia selalu, jangan lupa malam pertamanya direkam untuk kenang-kenangan" tulis sahabatnya di dalam kado.
Ada juga yg menulis
"Selamat bro, nggak usah pake pengaman ya biar langsung jadi"
Kita membacanya sambil ketawa-ketawa, tapi kita bahagia sekali karna banyak doa-doa yang mereka berikan untuk kita, semoga sesuai doa mereka, rumah tangga kita langgeng dan bahagia serta segera diberi momongan.
Namun saat tinggal beberapa kado,bmereka mendapat sebuah kado figura+foto Vina dan Rio yang pernah mereka posting di sosmed.
Namun di foto itu tepat di bagian badan dan wajah Vina di di sayat-sayat dengan cutter, membuat Vina takut dan ingin menangis, ngilu rasanya melihat fotonya penuh sayatan cutter, namun suaminya berusaha menenangkannya.
Dan dibaliknya terdapat kertas dengan tulisan.
"Selamat menempuh hidup baru,semoga rumah tangga kalian hancur,tunggu pembalasanku Vina, kamu tidak akan pernah bahagia, karena sudah merebut Rio dariku"
Itulah kata-kata yang membuat Vina menangis sesenggukan.
"Mas siapa yang kirim kado itu ya, apa ada orang yang tidak suka dengan pernikahan kita?" tanya Vina kepada suaminya dengan wajah sedih dan ketakutan.
"Udah sayang nggak usah dipikirkan,mungkin itu hanya orang iseng" jawab Rio untuk menenangkan istrinya.
Namun Rio berfikir kira-kira siapa yang mengirim foto itu dan apa tujuannya, karna selama ini Rio merasa tidak pernah menyakiti siapapun.
Ah sudahlah nggak perlu dipikirkan yang penting mereka selalu bahagia.
**
Setelah selesai buka kado, tak terasa waktu menunjukan pukul 3 sore, Vina mengajak suaminya untuk datang kerumah orangtuanya.
Vina pamitan kepada mertuanya mau datang ke rumah ibunya. Jarak antara rumah mereka tidak terlalu jauh,dan mereka datang membawa sepeda motor.
Orangtua Vina sangat menyayangi Rio begitupun Rio sangat menghormati orangtua Vina.
Orangtua Vina bukan dari kalangan orang yang berada, tidak seperti orang tua Rio. Namun orang tua Rio tidak mempermasalahkan hal itu, karna menurut mereka harta yang dicari dari 0 lah yang akan langgeng,
jadi mereka mengajari Rio untuk mencari sendiri harta dan kebahagiaannya,walaupun bisa mereka memberikan Rumah untuk Rio dan Vina, dan pernah Rio ditawari Bapaknya untuk diberikan rumah tapi Rio menolaknya dengan halus, Rio lebih memilih menabung sendiri untuk membeli rumah.
Saat mereka sedang asyik ngobrol di ruang tamu, Mbak Rini saudara Vina datang dengan menggendong Farel anaknya yg masih balita, karna kebiasaan di komplek suka jagong di rumah tetangga atau saudara.
"Eh ada mbak Rini" ucap Vina.
"Loh ada pengantin baru" gurau mbak Rini.
"Udah nggak baru lagi mbak" ucap Rio.
"kan baru kemarin menikahnya,gimana udah digarap belum? biar bisa Farel segera punya adik" ucap mbak rini sambil menaikkan alis.
"Udah lah mbak,tinggal nunggu jadi nya aja,hehe" Canda Rio.
"Ya semoga cepet jadi ya" ucap mbak Rini
Merekapun saling ngobrol dan ngajak main Farel yang saat itu baru bisa duduk, menggemaskan sekali anak umur segitu, semua perhatian tertuju pada Farel.
Vina adalah anak pertama dari Pak Tono dan Bu Tini, adiknya bernama Roni yang masih duduk di bangku Smp. Kehidupan rumah tangga mereka sangatlah harmonis namun sebelum Vina menikah, Vina dan Roni sering berantem entah masalah apapun, namun mereka saling menyayangi.
Waktu menunjukan pukul 5 sore,Vina mengajak Suaminya pulang. Merekapun berpamitan dan mencium keponakan lucunya itu.
Sesampainya di rumah Vina langsung mandi, kebetulan di kamar mereka ada kamar mandi nya, jadi walaupun serumah dengan mertua tapi mereka tidak sungkan karna memiliki privacy.
Rio merupakan anak pertama dari Bapak Doni dan Ibu Dini. Adik Rio bernama Roy, saat ini Roy baru kuliah semester 4 di kota, dan sehari setelah pernikahan kakaknya, Pagi-pagi sekali Roy kembali ke kota karna dia takut tertinggal pelajaran.
Walaupun Vina bukan anak orang kaya dan pendidikan hanya tamatan Smk sedangkan suami sarjana namun tidak membuat Vina minder, karna orang tua Rio tidak pernah mempermasalahkan status sosial dan pendidikan Vina, yang terpenting bisa jadi Istri dan Ibu yang baik untuk Cucu mereka kelak.
***
Dari kantor Rio hanya mendapatkan izin cuti selama 7 hari, dan besok dia sudah harus masuk, waktu menunjukan pukul 7 malam, dan mereka makan malam bersama, setelah itu sibuk dengan urusan masing-masing.
Bapak Ibu Rio sedang nonton Tv, sedangkan Rio dan Vina sudah masuk kamar mempersiapkan perlengkapan yang akan dia bawa besok.
Rio menyiapkan barang-barangnya sendiri dan Vina menyetrika baju suaminya yang akan dipakai besok.
waktu menunjukan pukul 9 malam, mereka sedang asyik dengan ponsel masing-masing,mereka membuka sosmed biru dan disana banyak banget yang ngucapin selamat. Setelah selesai dengan ponselnya masing-masing, mereka meletakkan ponsel mereka di meja.
Rio memeluk erat istrinya sambil menggigit daun telinga dan mencium leher istrinya sambil sesekali menjilatnya, nampaknya istrinya sudah mengerti dengan kode-kode yang diberikan suaminya itu.
Vina membalas Rio dengan ciuman erotis,
malam itupun sangat indah.