(Untuk 21+)
Pagi itu Rio berangkat kantor lebih pagi, namun Istrinya sudah selesai memnyiapkan sarapan dan bekal untuk istrinya, karena semalam dia sudah menyampaikan kepada istrinya bahwa pagi ini dia harus berangkat lebih awal, karena ada tugas yang harus diselesaikan lebih cepat.
Padahal hari itu Rio sengaja menyelesaikan tugasnya dengan cepat karna ingin memberikan surprize kepada Vina, Rio ingin membawa istrinya ke Rumah baru yang ia beli sebagai kado Anniversarry yang ke 3 Tahun.
Orang tua Rio sudah mengetahui tentang hal ini, namun mereka diminta oleh Rio untuk tidak memberitahukan hal itu, dan mereka pun menuruti permintaan Rio.
Di kantor Rio sibuk dengan pekerjaanya, namun di fikirannya sudah membayangkan bagaimana perasaan istrinya ketika diberi hadiah yg merupakan impiannya sejak dulu, pasti Vina sangat bahagia sekali.
Membayangkan saja sudah membuat hatinya bahagia, Rio ingin segera pulang, tapi pekerjaan sudah menunggunya untuk diselesaikan, dan Rio mempercepat gerakannya, akhirnya selesailah pekerjaan Rio.
Sebelumnya Rio meminta Izin kepada bos untuk pulang lebih awal, tidak sulit bagi bos nya untuk memberikan izin kepada Rio, karena memang Rio merupakan karyawan tauladan, yang jarang sekali izin kalau tidak ada kepentingan yang sangat mendesak.
**
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan pintu dari luar,
Vina pun keluar untuk membuka pintu, walaupun pintu tidak dikunci dan sebenarnya Rio bisa membukanya sendiri, namun lagi-lagi Rio memberikan surprize untuk istrinya.
Vina membuka pintu dan dia syok bahwa yang berdiri di depan pintu adalah Rio suaminya. Karma tumben sekali baru jam 1 siang suaminya itu sudah balik, Vina berfikir apakah suaminya sedang sakit.
"Mas Rio, kok tumben jam segini udah pulang mas, kamu sakit?" Vina khawatir dengan kondisi suaminya itu,sambil memegang kening suaminya.
Namun suaminya tidak menjawabnya, malah tersenyum manis kepada istrinya.
Vina makin kebingungan,apa yang terjadi dengan suaminya itu.
"Mas,kenapa kamu malah senyum-senyum, jawab dong,kamu kesambet ya,kesbet darimana? ayo kita Ruqiah mandiri" ucap Vina sambil menggoyangkan lengan suaminya itu.
Rio pun masuk ke dalam rumah, dengan diikuti Vina yang masih menatap punggung suaminya dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi.
Rio dan Vina masuk ke kamar, dan Rio langsung mandi tanpa banyak bicara,
Setelah selesai mandi Rio Mencium tubuh istrinya, Wangi banget istriku.ihh jadi pengen jilat.
Vina masih terbengong-bengong dengan sikap suaminya,
"Mas kamu kenapa sih, jawab dong, jangan bikin aku takut gini? ditanya malah senyum-senyum, apa jangan-jangan kamu gila Mas? Tidakkkkkkk, aku tidak mau punya suami gila Mas" jerit Vina dengan wajah serius.
Kemudian Rio langsung membekap mulut istrinya dan menggendong istrinya ke atas kasur.
"Tidak sayang, Mas tidak gila, mas lagi bahagia aja, karna bisa pulang awal dan bisa berduaan dengan istri Mas yang Cantik dan sexy ini " canda Rio sambil mengangkat dagu istrinya dan melayangkan ciuman dibibir istrinya yang gemes itu.
Rio tau kalau bapak dan ibunya kebetulan sedang pergi kondangan di rumah temannya, jadi dia memiliki kesempatan untuk menggenjot istrinya dimanapun dia mau, bebas.
Rio mengajak istrinya bermain di ruang Tv, sambil menonton film biru yg akan disambungkan dari ponselnya ke smart Tv, jadi gambarnya lebih jelas. Vina pun menuruti ucapan suaminya itu.
Jendela dan pintu sudah ditutup dengan rapat.
Mereka pun melanjutkan peran mereka masing-masing.