Seattle Christian menatap Liam dengan tatapan membunuhnya, pria itu membanting gelas yang ia pegang hingga tak berbentuk di atas lantai. "Katakan kau sudah menemukannya Liam," ucap Christian dengan nada dingin plus sadisnya. "M-maafkan aku Tuan, tapi kami tak bisa melacak nyonya sekarang." "AKU TAK MAU TAU! SUDAH SATU MINGGU DAN KALIAN TAK MENEMUKANNYA! BODOH KALIAN!" "M-maafkan kami Tuan." "Cari istriku sampai dapat!" "Baik." Liam beringsut pergi dari hadapan Christian meninggalkan pria itu dengan rasa sesak yang menyergap dadanya. Tangannya mengulur meraih sebuah foto di atas meja kerjanya, ia teliti senyum bahagia dari pemilik foto lalu tangannya kembali mengepal. "Maafkan aku, aku salah dengan menuduhmu, maafkan aku Fio. Kembalilah, ku mohon. Kemana kau Fio!" geram Christian ser

