Agung terkejut melihat kedatangan beberapa polisi ke gudang perusahaannya di siang menjelang sore hari itu. Salah seorang pegawai berlarian ke arahnya melaporkan bahwa ada aduan terhadap perusahaannya terkait bahan makanan kadaluarsa yang digunakan. Agung terus saja berkilah bahwa tidak benar dia menggunakan bahan-bahan makanan yang sudah kadaluarsa sebagai bahan campuran produksi makanan di pabriknya, berupa makanan ringan dan beragam jenis roti-rotian. Namun, setelah diadakan pemeriksaan dadakan di pabrik makanannya, Agung tidak bisa berkutik, dia terbukti menggunakan bahan-bahan makanan tersebut agar mendapat untung yang berlimpah. “Memangnya ada yang menjadi korban, Pak?” sindir Agung saat kedua tangannya diborgol salah satu polisi muda. “Ya, kami menemukan gadis keracunan di rumah

