Natta tersenyum kecil melihat Wenny yang sudah selesai mandi, ke luar dari kamar mandi dan tubuh rampingnya masih terbalut jubah mandi. Rambutnya masih terlihat kurang kering meskipun sudah dikeringkan dengan alat pengering. Sepertinya Wenny tidak mau berlama-lama di kamar mandi, dan ingin bergegas mendekatinya. “Nggak pake baju dulu?” tanya Natta saat Wenny duduk di atas kedua kakinya yang selonjoran di atas tempat tidur. Wenny menggeleng, tersenyum manja dan malu-malu, dia melepas ikatan jubah mandi, hingga terlihat d**a mulusnya. Natta terkekeh pelan dan matanya menyipit. Refleks, Natta menelan ludahnya saat tatapannya tertuju ke sepasang buah d**a Wenny yang menggairahkan. “Kamu serius?” tanya Natta sambil menyentuhkan ujung jari telunjuknya ke salah satu pu*ing d**a Wenny. “Kamu

