"Untuk apa kamu ke mari?" tanya David yang masih berusaha tenang. "Aku datang untuk mengambil uang sewa rumah kita dulu, David," jawab Titi dengan gaya menggoda dibuat-buat. "Oh, kurang uangmu? Katanya mau dijual, keduaorangtuaku mau membelinya," decih David. Rumah yang dimaksud Titi adalah rumah pertama hasil jerih payahnya selama menikah dengan Titi, dan dituntut Titi setelah bercerai, memohon kepadanya mengeluh sudah tidak punya apa-apa, termasuk suaminya yang belum memiliki pekerjaan tetap waktu itu. David mengakui bahwa dia terlampau baik, tetap memenuhi keinginan Titi meskipun sebenarnya dia tidak berhak memberi. David memandang sinis mantan istrinya yang berwajah kusam dan berpenampilan kurang menarik, ditambah hatinya yang penuh iri dengki, sempurna sekali wanita ini, batin Davi

