Nevan hari ini pulang ke Jakarta, kedatangannya disambut gembira keluarganya, terutama adik-adiknya. Seperti biasa dia membelikan oleh-oleh berupa mainan kepada adik-adiknya, boneka bebek kekinian untuk Amanda dan lego untuk Alaric. Nevan semakin terlihat sangat dewasa di usianya yang baru menginjak empat belas. Cara bicaranya juga terkesan hati-hati tapi tetap diselingi canda. “Halo, Kak Jean. Apa kabar di sana?” tanya Nevan yang langsung menghubungi kakaknya, Jeanny, yang kini lanjut kuliah di Ohio. “Baik, Nevan. Kamu di Jakarta sampai kapan?” “Sebentar aja, Kak, minggu depan aku balik lagi ke Spore.” “Oh.” “Kenapa emangnya, Kak?” “Nggak apa-apa, cuma nanya aja. Gimana sekolah kamu?” “Yah, semakin lancar dan mudah.” “Haha, emang jawaban orang pintar selalu bikin jengkel.” “Iri

