David berpikir mungkin Alana membutuhkan sentuhannya lebih dalam. Dia membuka kancing piyama Alana satu persatu, menyingkap branya, sampai terlihat sepasang put*ing d**a Alana yang menggairahkan. “Om Daviiid.” Alana pasrah, membiarkan David menghisap ujung buah d*danya dengan kuat dan memberi gigitan kecil. Alana memejamkan matanya kuat-kuat, menggigit bibir bahwanya, ingin merasakan letupan nikmat dari dalam tubuhnya. Alana lalu membiarkan satu tangan David menyelip di balik bawahannya, menyentuh bagian intimnya. “Oooh, basahnya kamu, Lana. Oooh.” Bagaimanapun, David tetap menahan diri. “Om David. Oh, enak, Om. Pegang, Om. Buat kau puas, Om. Ooom. Oooh.” David akhirnya mengetahui keinginan Alana, dan dia yakin bisa meninggalkan Alana malam ini setelah Alana merasakan sentuhannya sam

