Kabar mengejutkan datang dari Wenny. Dia sendiri yang mengusulkan papanya yang akan menjadi wali nikah pada pernikahannya nanti. Wenny bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan papanya dan berharap ke depan tidak ada lagi permusuhan di antara mereka. Semua tentu bertanya-tanya kenapa Wenny bisa begitu cepat berubah, termasuk Nirmala dan dia langsung menghubungi Wenny dan mempertanyakannya. “Alana menghubungiku, Ma. Dia mengeluh sedih karena mamanya tidak mau memberi maaf kepadanya. Aku … aku jadi kepikiran papa. Aku lalu menghubungi papa dan dia baru saja pulang dari penjara. Aku sedih papaku hidup susah, meskipun aku tau bahwa semua yang dia alami adalah karena kebodohannya.” Nirmala tertegun, berusaha mengerti perasaan anak sulungnya, walaupun sebenarnya dia masih merasa sakit hat

