Alana dan David menemui Tsamara hari ini di kantor perusahaannya. David tanpa ragu dan takut mengutarakan niatnya untuk menikah dengan Alana. Tak ayal, Tsamara memarahi keduanya, memaki dan menyebut-nyebut Alana sebagai pengkhianat kecil yang licik. Untung Alana sudah pernah bertengkar besar dengan mamanya sebelumnya, dan mendapat kata-kata yang sangat kasar dari mamanya, jadi dia tidak terlalu kaget saat mendengar kembali kata-kata mamanya juga wajah garang mamanya yang menatapnya penuh kebencian. Satu hal yang membuat Alana sedikit lebih tenang, walaupun Tsamara marah besar, dia dengan sinis mempersilakan Alana menikah dengan David. “Kamu bukan seleraku, David. Terus terang saja, kalo kamu tidak memiliki relasi dekat dengan pengusaha besar kayu di Samarinda, aku juga tidak sudi berhub

