Bab 131. Pagi Indah Alana

1094 Words

Alana tersenyum kecut melihat gelagat Nirmala. “Sebentar, Lana,” ucap Nirmala tiba-tiba. Dia mengambil telepon genggamnya dari dalam tas kecil, menghubungi seseorang. “Diana, saya ingin berbicara dengan Alana. Ada hal penting yang saya ingin bicarakan dengannya. Dia….” Nirmala memandang Alana yang wajahnya penuh senyum. “Anak teman saya.” Nirmala mengambil tangan kanan Alana dan mengajaknya masuk ke dalam sebuah café yang terletak di samping toko kuenya. Wajah Alana penuh senyum, merasa hidupnya disinggahi kebaikan-kebaikan. Seseorang yang sangat dia benci sekalipun tetap bersikap baik di depannya. Nirmala dan Alana duduk berhadap-hadapan di meja café, dan sudah ada dua jenis minuman terhidang di atas meja. Nirmala memesan teh hijau panas, dan Alana memesan teh hijau dingin. Keduanya b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD