“Oiya, Kang. Aku baru gajian hari ini. Aku mau kasih separuh gajiku ke mama. Akang nggak usah ya?” Asep tertawa menggeleng, dia acak rambut Alana gemas. “Habis uang Kang Asep, ‘kan pasti banyak,” kata Alana lagi. Tidak sengaja Alana melihat lengan Asep yang penuh bekas luka. Dia tanpa sungkan bertanya, “Tangan Akang kenapa luka-luka?” “Oh, ini resiko pekerjaan. Dulu Akang kerja di bagian mesin kapal, tapi Akang nggak pernah mengalami kecelakaan, trus Akang pindah di bagian restoran. Akang jadi chef utama di sana, eh, malah sering kena luka. Tapi ini masih luka kecil, Sayang.” Asep terkesan dengan perhatian Alana. Begitu juga dengan Alana, dia sangat terkesan dengan Asep yang baik hati. Sebelumnya Dedi sudah memanggilnya sayang, lalu Nia, sekarang kakaknya. Alana menyadari bahwa kelua

