Bab 183. Bertemu Grace

1024 Words

Nevan lebih dulu bangun pagi ini, dan dia mendengar suara perempuan memanggil nama Bagas lewat interkom. Dia melirik Bagas yang tengah tidur pulas. Mulanya dia ingin ke luar pintu apartemen dan turun menuju pintu lobi di lantai bawah, untuk membukakan pintu buat Grace. Tapi dia urung, dan berpikir lebih baik membangun Bagas. “Kamu saja, Nevan. Aku masih ngantuk.” Nevan berpikir sejenak, mengatur deru napasnya yang sedikit memburu. Dia akan bertemu Grace, perempuan yang dia idam-idamkan sejak lama. Nevan yakin dirinya pasti akan gugup, tapi sebisa mungkin mengatur emosinya. Nevan ke luar apartemen dan setengah berlari menuju lift ke arah pintu utama gedung apartemen. Nevan lalu membuka pintu utama apartemen, dan dia melihat perempuan cantik berambut panjang bergelombang berwarna cokelat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD