Bab 184. Aku Suka Dia

1076 Words

“Oh.” Nevan menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal, mungkin karena dia yang tidak bisa menahan sikap kikuknya. Grace menurunkan kakinya dari atas pangkuan Bagas, merasa Nevan memperhatikannya. “Aku pulang, Bagas,” ujar Nevan merasa tidak enak. “Oh, ya.” Bagas berdiri dari duduk, dan mendekati Nevan. Keduanya lalu berjalan menuju pintu apartemen. “Van, besok kita ke Boston. Grace mengadakan pameran dan dia mengundang kita berdua.” Nevan mengerutkan dahinya. “Dia mengundangku?” tanyanya tidak percaya. “Ayolah, setidaknya kamu temani aku. Aku lagi suntuk.” Nevan melirik ke Grace yang kini perhatiannya beralih ke televisi yang baru saja dia hidupkan. “Oke.” “Acara pameran lusa, tapi besok pagi-pagi kita berangkat.” Nevan mengangguk. Dalam hati dia berkata seandainya o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD