Terciduk

1664 Words

Keesokan harinya, Risa masuk kantor seperti biasa. Ia menyiapkan secangkir kopi untuk Evan, lalu membacakan agenda kerja hari itu dengan nada datar. Evan hanya tersenyum-senyum sendiri sambil menatap Risa. "Bapak kenapa?" tanya Risa ketus, menahan rasa jengah. "Kamu cantik," ucap Evan, matanya tak lepas dari Risa. Ia lalu bangkit dari kursinya dan melangkah mendekat. Risa spontan mundur perlahan, tubuhnya menempel pada dinding. Jantungnya berdegup kencang. "Kenapa takut? Aku kan calon suami kamu," ucap Evan, senyumnya menggoda. "Be... belum terbiasa," jawab Risa gugup. "Pulangnya ke rumahku, ya," bisik Evan di telinga Risa. Napas hangatnya membuat Risa merinding. "Jangan takut. Aku bukan vampir," tambah Evan sambil mencium lehernya pelan, mencuri aroma wangi tubuh Risa. "Pak... in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD