Saat sampai di rumah Willi, suasana terasa tegang. Tari sedang duduk bersama Willi ketika Reno datang dengan wajah penuh amarah. “Tari, lo bisa jelasin semua ini?” ucap Reno dengan nada kesal, napasnya memburu seolah habis berlari. Tari menatap Reno dengan dahi berkerut. “Lo kemana aja sih, Ren? Ngilang gitu aja,” ucapnya heran. Reno melotot tak percaya. “Kok jadi nyalahin gue?” suaranya meninggi. Tari menghela napas dalam, lalu menatap Reno penuh kecewa. “Si Risa nunggu chat dan telepon dari lo selama dua minggu. Lo ngilang!” ucapnya sambil duduk, suaranya meninggi. Reno meremas rambutnya sendiri, frustrasi. “Gue lagi pusing. Uang gue dipake kakak gue, belum balik juga. Gue malu, ngga bisa bantu Risa. Trus… kenapa Risa bisa nikah sama Evan?” ucap Reno dengan nada putus asa. Ta

