Membuka Kotak Hadiah

1560 Words

Dalam perjalanan pulang, Risa terus menangis, sesekali terisak. Evan hanya bisa memeluknya erat di jok belakang, seakan tidak ingin melepaskannya. “Maafkan aku ya…” ucap Evan dengan suara lembut, nyaris berbisik di telinganya. Risa tidak menjawab, hanya mengangguk pelan sambil mengusap air matanya yang terus mengalir. “Jangan nangis, sayang…” lanjut Evan, mempererat pelukannya seolah ingin menenangkan badai kecil di hati istrinya. Beberapa menit berlalu, tangis Risa perlahan mereda. Kelopak matanya terasa berat, hingga akhirnya ia tertidur di pelukan Evan. “Pak, stel musik pelan aja ya, terus jangan terlalu ngebut,” pinta Evan pada sopir dengan nada hati-hati. “Iya, Pak,” jawab sopir singkat. Tak lama, Evan pun ikut tertidur sambil tetap memeluk Risa, seakan takut istrinya terlepas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD