Keesokan harinya, Risa terbangun lebih dulu. Ia menatap wajah Reno yang masih terlelap, lalu mengecup bibirnya dengan lembut sebelum bergegas ke kamar mandi. Usai mandi, Risa duduk sarapan bersama Tari di meja makan. "Hari libur lo nggak main, Tar?" tanya Risa sambil mengunyah roti. "Nggak ah, males. Temen gue ya lo doang main. Kemanalah gue? Kalo lo?" jawab Tari cuek sambil menyendok bubur. "Nggak tau. Reno-nya masih tidur. Ya nanti kalo dia bangun, pasti pamit main sama temen-temennya lagi. Liatin aja deh," ucap Risa dengan nada kesal. Tari terkekeh pelan. "Haha, biarin aja. Yang penting dia nggak main sama cewek lain." "Iya sih, gue juga biarin. Cuma masalahnya dia suka ngajak gue ikut, Tar. Gue tuh males kalo ketemu temen-temennya. Mereka orang kaya semua, gue malah jadi nggak

