Setelah pulang, Risa mendapat telepon dari ibunya. Dengan suara lembut, ia langsung menyapa. "Hallo, Bu," ucap Risa. Suara ibunya terdengar panik dan kebingungan. "Sa, kamu punya uang seratus juta nggak?" tanyanya, hampir terbata. Risa terkejut, keningnya berkerut. "Buat apa, Bu?" "Ya ampun, ayah kamu salah tembak orang. Duh, gimana ini... apalagi jabatannya tinggi." Suara ibunya semakin bergetar, penuh kecemasan. "Hah? Kok bisa?" Risa langsung duduk di sofa, tak percaya. Ibunya menjelaskan dengan terbata-bata, "Ayahmu dapat laporan kasus narkoba. Nah, waktu diselidiki, orang itu mau kabur. Ayahmu nembak kakinya, tapi malah meleset ke bagian panggul. Setelah diperiksa, ternyata dia bukan pelaku narkoba, Sa... dia cuma lagi nongkrong di situ. Dan yang kena tembak itu anak pengac

