Metha menjemputku jam setengah sembilan kurang. Kami kuliah jam sembilan sampai jam empat sore. "Cie, cie, happy banget, kayak abis di tembak aja." Goda Metha, melihat senyumku yang terus terkembang "He hem." gumamku. Metha menoleh ke arahku. "Seriusan?" tanyanya. Aku menganguk dengan senyum terkembang. "Mas Duda?, Mas Gilangkan?" Pastinya lagi. "Ya iyalah, sapa lagi, masa Panji. Panji kan fans kamu." "Wah Keren, lumer juga akhirnya, perjuangan hampir setaun, keren, keren." ucap Metha terlihat ikut bahagia. Hampir jam sembilan kami tiba di kampus, berlarian menuju ruang kelas, jalanan tadi lumayan padat. Jam sembilan tepat Dosen masuk ketika aku baru saja duduk. Jam dua belas tepat, kuliah selesai. Mulai lagi nanti jam satu siang. "Sholat dulu, baru ke kantin yes." ucapku ke Metha

