Wanita itu menyapa kami, Om Bast memperkenalkanku padanya. Dia sedikit mengamatiku, apakah dia ingat padaku. "Seperti pernah bertemu sebelumnya?" tanyanya kemudian. Kepalang basah. "Sepertinya iya." jawabku dengan senyum kaku. Om Bast sedikit kaget. "Oh iya, saudaranya Mas Gilang. Aku ingat." ucapnya kemudian. "Iya, saudara." jawabku. Wanita itu tersenyum. Tapi tak terlihat manis. "Iya sudah, aku sama teman-teman dulu, takut menganggu." pamitnya kemudian berlalu. Aku memijat kepalaku. Om Bast bertanya padaku, apa ada masalah. Ku jawab iya, kujelaskan siapa Tantri itu. "Aku akan menjelaskan ke pacarmu kalau kamu membutuhkannya." ucapnya. Aku mengeleng. Aku akan mengatakan nya sendiri. "Pak tangannya." ucapku, saat tanganya masih merangkul pundakku. "Maaf." ucapnya. Aku memintanya

