Pandangannya masih lurus ke depan, tidak berubah sama sekali. Keheningan serupa malam itu bukan milik Aletha, tapi milik cowok berjaket abu-abu di sampingnya. Tanpa sepatah kata pun masih terdiam sejak mereka meninggalkan toko buku beberapa saat lalu, hingga saat ini mereka berteduh di bawah atap yang sama. Sedang menunggu. Menghindari hujan yang turun tanpa diundang, mengguyur secara tiba-tiba. Menjadi penonton pertunjukan alam yang tampak riuh membasahi bumi. Aletha berdeham, kenapa ia harus merasa seperti ini? Ia terganggu. Keterdiaman Agam seolah menyiratkan bahwa apa yang ia sembunyikan bukan hal yang cowok itu sukai. Selama ini, Aletha tidak pernah berbagi kehidupan pribadinya pada orang lain. Bagi Aletha bercerita tentang masa lalu sama saja dengan membawanya ke dalam k

