Kami hanya dua orang anak manusia, yang terjebak dalam perasaan rumit, berperang dalam gengsi dan tidak tahu cara menjadi pintar untuk bicara soal cinta - "Kenapa mendadak lo mau ambil motor, setelah berminggu-minggu lo titipin di rumah gue?" Raka menatap Agam yang saat ini sibuk menunduk, bermain dengan ponselnya sembari sesekali mengernyitkan dahi. Ia meletakkan dua gelas jus jeruk di atas meja bersama semangkuk kacang kulit, pandangannya lalu berganti pada kolam ikan selebar dua meter di depan mereka yang terlihat begitu ramai. Air mancur kecil di tengahnya terlihat dikelilingi banyak ikan. "Mau balapan lagi lo?" tanya Raka kemudian, setelah ia menabur beberapa pakan ikan di atas kolam, menepuk tangannya dua kali untuk membersihkan bekasnya. "Nggak. Gue cuma kangen pen

