Membuka mata setelah kegelapan mengambil alih kesadaran. Aletha menyadari ada yang berbeda pada dirinya. Ia merapatkan selimut coklat tua di bahu. Lalu menatap sekitar. Angin pagi itu berhembus kearahnya, menyapa dengan pelan. Terasa familiar pada setiap sudut yang ia lihat, kemudian menunduk menyentuh sisi-sisi dari kursi besi yang hampir berkarat, sedikit berair terlihat seperti percikan yang teratur. Itu adalah jejak udara malam yang begitu dingin. Tidak untuk dinikmati dalam alasan apa pun. Namun sepertinya ia telah lama berada di sana. Duduk diam dengan selimut cokelat tua yang tebal hingga pagi menjelang dan kicau burung dalam sangkar terdengar. "Aletha. Apa yang kamu lakukan di sini? Ibu sudah mencarimu sejak subuh tadi." Aletha menoleh. Semakin merasa ada yang aneh. Ia melihat

