Benar saja yang dikhawatirkan pun datang. Sarman yang terlihat berjalan dengan penuh nafsu, mendekati kantor kelompok. "Galih...... Galih! keluar kau ban9sat!" teriak Sarman yang bertolak pinggang menatap ke arah pintu. "Sudah kang istirahat saja, jangan keluar! Biar saya yang menemui Mang Sarman." tahan Daus setelah melihat sahabatnya hendak bangkit. "Nggak apa-apa! Us. Akang harus segera menyelesaikan masalah ini, agar tidak berlarut-larut." "Kalau berani jangan menyakiti anaknya! sakiti bapaknya." ujar Sarman yang terlihat kesal, karena tidak mendapatkan respon. para warga yang sedang menganyam mereka menghentikan aktivitasnya, untuk menonton pertunjukan yang berlanjut ke season dua. "Maaf mang! ini Ada apa sebenarnya?" tanya Galih yang memaksakan keluar dengan ditopang oleh p

