Bagian 73

1046 Words

Terlelap aku dalam rasa sakitku. Memeluk semua luka yang semakin hari semakin menyiksa bertubi-tubi. Hingga aku kembali terbangun dengan banyaknya bekas sayatan di hati. Semua berasal dari memori kebersamaan kita, yang terlalu manis untuk dibiarkan pergi. * Aku pun bangun dari tidurku. Hari sudah sore, sepertinya aku tertidur cukup lama tadi. Membasuh muka dan membersihkan diri, aku pun keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar. Semoga aku tidak melihat mama. Entah mengapa, bertemu dengan mama adalah hal terburuk yang terjadi pada hari-hariku akhir-akhir ini. Namun sepertinya itu mustahil. Dia kini sedang berdiri tepat di bawah tangga ini, memegang cangkir kopi dan wajahnya menatap pada pintu masuk. Siapa yang dia tunggu? "Akhirnya kau ingat rumahmu?" Spontan aku pun langsun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD