Bagian 74

1103 Words

Bogor, 15 Desember 2020 Yang seharusnya menjadi malam pertama untuk kita. * "Hati-hati, biar aku bantu." "Aku bisa sendiri." Meski mulutku menolak, aku tetap menerima uluran tangan Kak Adrian. "Awas." Kak Adrian memapahku menuju kursi roda. Padahal kakiku tidak terluka, aku bisa berjalan dengan normal. Tapi dia terlalu khawatir padaku. "Tolong bawakan barang-barangnya ke dalam mobil." "Baik, Tuan." Para pengawal membantu kami membawa barang-barang keluar dari rumah sakit ini. Ya, Kak Adrian pada akhirnya mendapatkan izin agar aku dirawat di rumah. Asal harus ada perawat pribadi yang memantau kondisiku dan satu minggu lagi, atau lebih tepatnya tanggal 22 Desember nanti, aku harus memeriksakan kondisi pasca operasi. "Haaaah." Kak Adrian menghela napasnya seraya mendorong kursi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD